Doa

Posted on Updated on

Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kecemasan dan kedukaan. Aku berlindung kepada Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepadaMu dari katakutan dan kekikiran. Aku berlindung kepada Mu dari belenggu hutang dan paksaan orang lain.

13 KiatMeraih Keberkahan

Posted on Updated on

3 Kiat Meraih Berkah dalam Usaha


Oleh : Abdurrahman Yuri RG

Keberkahan adalah harga mutlak saat meniti dunia usaha. Apapun jenisnya, berkah atau tidak usaha tersebut, hendaknya menjadi goal yang diagungkan. Usaha yang dikerjakan, tidak hanya berputar masalah untung rugi dalam hitungan duniawi. Namun ia juga harus dibumbui oleh nilai-nilai ukhrawi, yaitu keberkahan. Karena berkah oriented adalah sebuah deklarasi seorang hamba yang mendambakan ketenangan dan ketentraman dalam hidup.

Sebagaimana sebuah hadist yang mengatakan, ”barang siapa yang memudahkan urusan seseorang, maka Allah swt akan memudahkan urusannya”. Hendaknya hadist tersebut menjadi tuntunan dalam menganyam usaha yang berkah. Usaha yang mendatangkan keselamatan dan rahmat dari Allah swt.

Lalu mengapa harus menempatkan keberkahan dalam berusaha, sebagai asas utamanya? Jawabnya karena dengan keberkahan, berbagai manfaat akan dapat kita tuai.

Diantaranya adalah hati yang tenang, nyaman dan kokoh dalam keyakinan kepada Allah. Selain itu, pertolongan Allah pun akan mudah mengalir dalalam setiap aspek kehidupan. Begitu juga dengan kemudahan dalam beribadah, akan menjadi salah satu manfaat dari usaha yang berkah. Ibadah yang dikerjakan, akan menjadi ringan, tanpa kesulitan yang berarti.

Manfaat yang lain, kerja yang dilakukan akan menjadi efektif dan efisien. Tidak ada yang terbuang percuma. Semuanya menjadi straight to the point, karena apa yang dilakukan, senantiasa dalam tuntunan Allah.

Dan yang paling penting, keselamatan dunia akhirat menjadi jaminan dan janji Allah akan setiap usaha yang dialiri oleh nilai-nilai keberkahan.

Jadi, mengapa masih meragukan pentingnya nilai keberkahan, bila begitu banyak manfaat yang dapat dituai?

Karenanya, dalam tulisan ini akan disampaikan 13 kiat bagaimana meraih keberkahan dalam usaha, yaitu:

Pertama, pengetahuan dan keterampilan.

”Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya” (HR. Bukhari). Hadist ini menegaskan bahwa kunci dari usaha yang berkah adalah ilmu. Jadi, saat akan memilih seseorang, haruslah dilihat kredibilitasnya. Layak atau tidak ia ditempatkan dalam posisinya. Ini harus dicamkan sebaik mungkin. Sebab, banyak usaha yang bangkrut atau merugi, karena menyerahkan pengelolaannya pada orang yang tidak ahli.

Kedua, niat.

Apa yang membedakan antara sholat shubuh dengan sholat tahyatul masjid? Tentu saja pada niatnya, karena jumlah rakaat di kedua sholat tersebut, sama-sama dua rakaat. Begitu juga dalam melakoni dunia usaha. Jangan sampai niat dalam berusaha, tereduksi hanya sekedar mencari uang atau hal-hal yang berbau materi. Amatlah merugi! Sebab banyak orang yang amalnya lepas-lepas begitu saja karena tidak pakai niat. Hendaknya setiap usaha, dipayungi oleh niat untuk taat dan kenal kepada Allah. Yang akhirnya membawa pada semakin kuatnya keyakinan akan janji dan jaminan Allah

Ketiga, taqwa.

Dalam surah At Thalaq: 2-3, Allah berfirman, “ Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya (Allah) akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka”. Itulah kekuatan dari takwa, dengan menyerahkan segala urusan pada Allah, maka Allah yang akan menyelesaikan urusan tersebut. Ikhtiar yang dilakukan, hendaknya dipahami sebagai bentuk usaha manusia, bukan sebuah kepastian terselesainya suatu urusan.

Keempat, kejujuran.

Rasullullah pada seribu empat ratus tahun yang lalu, telah dikenal dengan panggilan al-amin (yang dipercaya), atas kejujurannya. Ini menunjukkan keutamaan dari kejujuran dalam hidup. Begitu juga dalam dunia usaha. Jangan gadaikan hidup dengan ketidakjujuran. Orang yang tidak jujur akan ditinggalkan dan dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. Dunia usaha yang dibangun atas dasar kepercayaan, akan membuat orang yang tidak jujur, tertolak keberadaannya. ”Sesungguhnya kebenaran membawa ketenangan dan kedustaan menimbulkan keraguan” (HR. Tirmidzi).

Kelima, tekun (istiqamah).

Ketekunan atau istiqamah mendatangkan karamah (kemuliaan). Dalam dunia usaha, hal ini juga berlaku. Tidak ada satu pun usaha akan berhasil, jika tidak ditekuni. Jadi kuncinya adalah tekun. Yang berarti fokus dalam mengelola usaha yang saat ini dilakukan. Karena dominan masalah dalam dunia usaha, adalah kurangnya ketekunan.

Keenam, tawakal.

Bila kita di dalam jurang, dan hanya ada seutas tali yang tergantung erat. Apa yang harus dilakukan? Tentu saja kita berpegangan kuat pada tali tersebut. Sebab kita tahu, tali itu lah yang akan menyelamatkan kita. Itu juga berlaku pada konsep tawakal. Dengan berserah diri hanya kepada Alllah, maka yakinlah bahwa Allah mengurus rejeki kita. Ini adalah aplikasi dari konsep tauhid. ”Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan keperluannya” (QS. Ath. Thalaq:3).

Ketujuh, bangkit lebih pagi.

Usahakan tidak tidur ba’da shubuh. Karena keberkahan dan rejeki ada saat selesai sholat shubuh hingga fajar menjelang. Perbanyak aktifitas atau sedekah. Kebiasaan ini tidak hanya membawa keberkahan atas usaha yang dilakukan pada siang harinya, tapi juga akan membuat kita siap menghadapi tantangan pada hari itu.

Kedelapan, dzikrullah.

Senantiasa melafazkan dzikir, akan mendatangkan banyak manfaat. Menghiasi hari dengan mengingat Allah, akan menjauhkan diri dari tipu daya setan. Ucapan dzikir seperti, ya Fattah, itu membuka urusan. Ya Rozak, itu yang membuka pintu rejeki. Bisa juga dengan istiqfar, yang banyak manfaatnya. Seperti diampuni dosa, diberikan ketentraman dan diberikan rejeki dari arah yang tidak di duga-duga.

Kesembilan, syukur.

”Jika kalian bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat itu kepada kalian dan jika kalian ingkar, maka siksa Ku amat keras” (QS. Ibrahim:7). Ini adalah janji dan jaminan Allah. Perilaku yang tidak hanya mengantarkan pada rahmat Allah, namun juga kasih-Nya.

Sepuluh, toleransi.

Bentuknya bermacam-macam. Diantaranya dengan mempermudah orang yang berhutang. Bila ia belum mampu melunasinya, dalam Islam diajarkan untuk menangguhkan waktu pelunasannya, kalau perlu di bantu, atau dikurangi. Bila memungkinkan, hutang tersebutkan dihalalkan. Jika ada hutang yang dihalalkan, lihat saja pertolongan Allah nanti seperti apa. ”Allah Mengasihi orang-orang yang longgar apabila menjual dan apabila membeli dan jika menagih hutang” (HR. Bukhari).

Sebelas, zakat dan infaq.

Jika ingin terbukanya pintu rejeki, harus membukakan pintu sedekahnya. Jangan khawatir akan kekurangan, karena tidak ada ceritanya, ada orang yang menjadi miskin karena mengeluarkan hartanya untuk zakat, infak atau pun sedekah.

Duabelas, qanaah.

”Bukannya kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya jiwa” (HR. Bukhari Muslim). Yakinilah ini dan jadikan sifat qanaah (merasa cukup) sebagai sikap hidup dalam melakoni dunia usaha. Dengan begitu, insya Allah keberkahan rejeki akan menghampiri.

Tigabelas, silaturrahmi.

Kadang kala kita berdoa minta rejeki, tapi kita sendiri yang menolaknya. Oleh Allah didatangkan rejeki lewat konsumen, namun tertolak karena perilaku kita. Karenanya jangan mengusir konsumen dengan perilaku negatif. Hormati dan perluas silaturrahmi. Itu dapat membuka jalan bagi datangnya rejeki.

Semoga dengan 13 kiat ini, keberkahan di dunia usaha akan terwujud. Sebagaimana ikrar bahwa hidup dan mati hanya untuk Allah, maka keberkahan adalah hasil nyata akan kebenaran dari ikrar tersebut. Ikrar yang menuju keselamatan dunia akhirat. (Abdurrahman Yuri RG, Pembina Yayasan Daarut Tauhiid).

Sumber :
http://www.dpu-online.com/index.php?artikel/detail/13/1537/artikel-1537.html
17 Mei 2009

Sumber Gambar :

Diposkan oleh Akang Ganteng di 22:24

1 komentar:

Mahrus mengatakan…
artikelnya sangat bangus cukup menambah motivasi diri,pamit mau ngopy. trim kasih

24 Januari 2011 20:34

10 amalan murah rejeki

Posted on

10 Amalan berikut akan membantu anda menjadi lebih banyak rejeki, bisnis lebih lancar dan hidup lebih berkah. Inilah 10 amalan yang perlu anda lakukan bila anda serius ingin memperlancar rejeki anda.

1. Bersedekah
Ini sesuai dengan janji Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 261: . “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

2. Istighfar
“…Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampung, niscaya Dia akan mengirimkan huja kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan ank-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai. (QS. Nuh, ayat 10-12)

3. Memiliki Sifat Taqwa
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (QS. At Thalaq, ayat 2)

4. Bertawakkal
Digambarkan dalam sebuah hadist: “Seandainya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, pasti kamu diberi rezeki sebagaimana burung yang diberi rezeki, ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang petang hari dalam keadaan kenyang.” (Riwayat Imam Ahmad, At-Tarmizi, Ibnu majah, dll).

5. Menyempatkan Diri Untuk Beribadah.
Dari Abu Hurairah, bahwa Baginda Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah telah berfirman: Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembahku, maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiran (kemiskinan)mu. Jika tidak melakukan maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu. (Riwayat imam Ahmad, At Tarmizi, dll).

6. Mengerjakan Haji dan Umrah
Rasulullah SAW. telah bersabda: “Ikut sertakanlah antara haji dan umroh. Sesungguhnya keduanya itu menghapuskan kefakiran (kemiskinan) dan dosa seperti dapur api menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala bagi haji dan umrah melainkan syurga.” (Riwayat Imam Ahmad, at Tarmizi, An Nasai, Ibdu Khuzaimah, dll)

7. Berbuat Baik kepada Orang Lemah.
“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan karena orang-orang lemah di antara kamu.” (Riwayat Bukhari).

8. Hijrah di Jalan Allah
“Barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak…” (QS. An Nisa, ayat 100).

9. Silaturrahim
“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya, maka hendaklah dia menghubungi sanak saudaranya.” (Riwayat Bukhari)

10. Berdo’a
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, katanya: “Rasulullah SAW bersabda, siapa yang mempunyai keinginan lalu dia memintanya kepada manusia maka keinginannya itu tidak dimudahkan. Dan barangsiapa yang mempunyai keinginan dan memintanya kepada Allah maka Dia akan mendatangkan rejeki kepadanya atau panjang umur.”

Demikianlah sepuluh amalan pembuka pintu rejeki ini, Semoga kita dapat melaksanakanya dengan baik dan benar.

Sumber :
http://katalogmuslim.com/blog/akhlaq-islami/10-amalan-agar-murah-rejeki/
17 Mei 2009

Sumber Gambar :

Kekalahan Romawi

Posted on Updated on

PERTANYAAN HERAKLIUS TENTANG RAHASIA KEKALAHAN PASUKAN ROMAWI

Al-Walid ibn Muslim berkata: aku diberitahukan oleh orang yang langsung mendengar dari Yahya al-Ghassani yang mendengar cerita dari dua orang lelaki dari kaumnya, keduanya berkata: Ketika Kaum Muslimin turun kearah Jordania, kami saling berkata-kata antara sesama kami bahwa Damaskus akan dikepung, kamipun berangkat berusaha mendapatkan iformasi sebenarnya, maka ketika kami dalam keadan demikian tiba-tiba datanglah utusan pendeta menyuruh kami untuk menghadapnya, kami segera datang padanya, dan dia bertanya kepada kami: Apakah kalian berdua dari warga Arab? Kami menjawab: Ya! Kemudian dia bertanya lagi: apakah kalian berdua diatas agama Nasrani? Kami menjawab: Ya! Dia berkata: Hendaklah salah seorang dari kalian pergi mencari informasi mengenai kaum muslimin dan lihat bagaimana kondisi mereka?sementara yang lainnya hendaklah bersiap-siap menjaga harta saudaranya.

Salah seorang dari kami masuk mengintai , tak berapa lama dia kembali kepada pendeta memberitahukan apa yang dilihatnya sambil berkata: Aku datang membawa berita kepadamu tentang suatu kaum yang lembut, mereka mengendarai kuda yang telah tua dan lemah, pada malam hari mereka laksana para rahib-rahib ahli ibadah, dan di siang hari mereka adalah penunggang kuda yang tangguh, mereka sibuk meperbaiki anak panah, dan meruncingkan tombak,jika engkau mengajak teman dudukmu untuk berbicara dia tidak akan paham apa yang kau katakan disebabkan riuh-rendahnya suara mereka dengan Alquran dan zikir, setelah itu sang pendeta berkata kepada para sahabatnya: Telah datang kepada kalian suatu kaum yang tak mungkin dapat kalian kalahkan 1 .-267

Ahmad ibn Marwan al-Maliki 2 -268 meriwayatkan dalam “al-Mujalasah: dia berkata: kami diberitahukan oleh Abu Ismail at-Tirmizi dia berkata: Kami diberitahukan oleh Abu Muawiyah ibn Amr dari Abu Ishaq dia berkata: tidak satupun musuh yang dapat duduk tegar diatas untanya 3 -269 ketika berhadapan dengan para sahabt Nabi, ketika berada di Antokia Heraklius bertanya kepada para pasukan Romawi yang kalah perang: Celakalah kalaian, beritahukan padaku tentang musuh yang kalian perangi, bukankah mereka manusia seperti kalian juga? Mereka menjawab: ya, Heraklius balik bertanya: apakah jumlah kalian lebih banyak Dari jumlah mereka atau sebaliknya? Mereka menjawab: Jumlah kami lebih banyak berlipat ganda dari jumlah mereka disetiap tempat. Heraklius bertanya lagi: Jadi kenapa kalian dikalahkan? Maka salah seorang yang dituakan dari mereka menjawab: Kami kalah disebabkan mereka selalau bangun di malam hari, berpuasa di siang hari, mereka menepati janji, menyeru kepada perbuatan ma’ruf mencegah perbuatan mungkar, saling jujur sesama mereka, sementara kita selalu meminum khamar, berzina, mengerjakan segala yang haram, menyalahi janji, kita selalu marah, berbuat kezaliman, menyuruh kepada kemungkaran, melarang apa-apa yang dapat membuat Allah rela, serta kita selalu berbuat kerusakan di bumi. Mendengar jawaban itu Heraklius berkata: Engkau telah berkata benar -270

1 Al-Azdi menyebutkan hal yang senada , Futuh as-Syam, Hlm. 211 -267

2 biografinya lihat di ad-Dibaj al-Mazhab, 1/152, dan Siyar A’lam an-Nubala’ 15/ 427, dan lisan al-Mizan 1/309. -268

3 Selama dua kali memeras susu(Mukhtar as-Sihhah ,dari kata Fauqa – 269

dikeluarkan oleh Abu Ismail al-Azdi dalam Futuh as-Syam hlm. 149-151 dari jalan Abi Jahdham dari AbdulMalik ibn as-Sulaik dari Abdillah ibn Qurth ats-Tsumali yang telah ikut bertempur pada waktu penaklukan Syam -270

—-

Dinukil dari Kitab : TARTIB WA TAHZIB – KITAB AL-BIDAYAH-WA AN-NIHAYAH

KARYA : IMAM AL-HAFIZ IBN KATSTIR (774 H)

MASA KEKHALIFAHAN ABU BAKAR AS-SIDDIQ (11-13 H)

DI SUSUN DAN DI EDIT OLEH :

DR. MUHAMMAD IBN SHOMIL AS-SULAMI

Penterjemah : Ustadz Abu Ihsan al Atsary al Medany

edt- eldi

Memberi yang terbaik

Posted on Updated on

KAYA DENGAN BERSEDEKAH

Apakah Anda sudah puas dengan keadaan hidup saat ini? Apakah keinginan Anda sudah terpenuhi? Apakah anda sudah bisa membahagian semua orang yang pernah berjasa kepada Anda? Apakah anda sudah jadi orang yang istimewa dan diistimewakan seisi rumah Anda, masyarakat sekitar dan orang-orang yang mengenal anda?

Jika anda belum puas dan belum mencapai apa yang anda dambakan. Jika anda siap belajar dari orang sukses. Jika anda terbuka untuk menerima masukan orang lain. Jika anda siap untuk bersabar dan istikomah. Jika anda siap bersinergi dalam kebaikan. Sesungguhnya sudah cukup untuk memulai menerima dan meraih pancarahan cahaya kebaikan dan kebenaran Allah SWT. Maka marilah kita ikuti langkah-langkah sukses berikut ini.Bismillahirrahmanirrahim

Pertama : Mensyukuri Segala Nikmat

Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan menusia, melainkan datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas dasar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan manusia untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya. Dengan cara senantiasa mengingat bahwasanya kenikmatan tersebut datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, diteruskan mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya menafkahkan sebagai kekayaannya di jalan-jalan yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seseorang yang telah mendapatkan taufik untuk bersyukur, ia akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa melipatgandakan kenikmatan baginya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [Ibrahim : 7]
Pada ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri” [An-Naml : 40]
Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Manfaat bersyukur tidak akan dirasakan, kecuali oleh pelakunya sendiri. Dengan itu, ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan kekal dan bertambah. Sebagaimana syukur, juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai” [8]
Sebagai contoh nyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan) : “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara” [Saba : 15-16]
Tatkala bangsa Saba’ masih dalam keadaan makmur dan tenteram, Allah subhanahu wa Ta’ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini menunjukkan, dengan bersyukur, mereka dapat menjaga kenikmatan dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.
Kedua : Membayar Zakat (Sedekah)
Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” [Muttafaqun alaih]

Ketiga : Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah
Sifat qona’ah dan lapang dada dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, merupakan kekayaan yang tidak ada bandingannya. Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah, dan keridhaan dengan segala rizki yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan akan datang kepadanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” [HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani]
Al-Munawi rahimahullah menyebutkan : “Penyakit ini (yaitu tidak puas dengan apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepadanya, pent) banyak dijumpai pada pemuja dunia. Hingga engkau temui salah seorang dari mereka meremehkan rizki yang telah dikaruniakan untuknya ; merasa hartanya sedikit, buruk, serta terpana dengan rizki orang lain dan menganggapnya lebih bagus dan banyak. Oleh karena itu, ia akan senantiasa membanting tulang untuk menambah hartanya , sampai umurnya habis, kekuatannya sirna ; dan ia pun menjadi tua renta (pikun) akibat dari ambisi yang digapainya dan rasa letih. Dengan itu, ia telah menyiksa tubuhnya, menghitamkan lembaran amalannya dengan berbagai dosa yang ia lakukan demi mendapatkan harta kekayaan. Padahal, ia tidak akan memperoleh selain apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tentukan untuknya. Pada akhir hayatnya, ia meninggal dunia dalam keadaan pailit. Dia tidak mensyukuri yang telah ia peroleh, dan ia juga tidak berhasil menggapai apa yang ia inginkan” [9]

Oleh karena itu, Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga kehormatan agama dan diri dalam setiap usaha yang ditempuhnya guna mencari rizki. Sehingga, seorang muslim tidak akan menempuh, melainkan jalan-jalan yang telah dihalalkan dan dengan telah menjaga kehormatan dirinya.

Keempat : Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa

Sebagaimana perbuatan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan rizki dan keberkahannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang Nabi Hud Alaihissallam bersama kaumnya.

“Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuta dosa” [Hud : 52]

Akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum ‘Ad –berdasarkan keterangan para ulama tafsir- mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanita pun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu, Nabi Hud Alaihissallam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar. Sebab, dengan taubat dan istighfar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan. [10]

Kelima : Menyambung Tali Silaturahmi

Di antara amal shalih yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup, yaitu menyambung tali silaturrahim. Ini merupakan upaya menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang akan terkait hubungan nasab dengan kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” [Muttafaqun ‘alaih]

Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya, ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk beramal shalih, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat, dan ia terjaga dari menyia-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. [11]

Keenam : Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal.

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta, ialah memperolehnya dengan jalan yang halal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” [HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim]

Salah satu yang mempengaruhi keberkahan ini ialah praktek riba. Perbuatan riba termasuk faktor yang dapat menghapus keberkahan.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata :”Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa Dia akan memusnahkan riba. Maksudnya, bisa saja memusnahkannya secara keseluruhan dari tangan pemiliknya, atau menghalangi pemiliknya dari keberkahan hartanya tersebut. Dengan demikian, pemilik riba tidak mendapatkan manfaat dari harta ribanya. Bahkan dengan harta tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membinasakannya dalam kehidupan dunia, dan kelak di hari akhirat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiksanya akibat harta tersebut” [12]

Bila mengamati kehidupan orang-orang yang menjalankan praktek riba, niscaya kita dapatkan banyak bukti bagi kebenaran ayat dan hadits di atas. Betapa banyak pemakan riba yang hartanya berlimpah, hingga tak terhitung jumlahnya, akan tetapi tidak satu pun dari mereka yang merasakan keberkahan, ketentraman dan kebahagiaan dari harta haram tersebut.

Begitu pula dengan meminta-minta (mengemis) dalam mencari rizki, termasuk perbuatan yang diharamkan dan tidak mengandung keberkahan. Dalam salah satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebagian dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta.

“Tidaklah seseorang terus-menerus meminta-minta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari Kiamat, dalam keadaan tidak ada secuil daging pun melekat di wajahnya” [Muttafaqun alaih]

Ketujuh : Bekerja Saat Waktu Pagi.

Di antara jalan untuk meraih keberkahan dari Allah, ialah menanamkan semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta menyingkirkan sifat malas sejauh-jaunya. Caranya, senantiasa memanfaatkan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita.

Termasuk waktu yang paling baik untuk memulai bekerja dan mencari rizki, ialah waktu pagi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memanjatkan do’a keberkahan.

“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

Hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, lantaran waktu pagi merupakan waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia. Saat itu pula, seseorang merasakan semangat usai beristirahat di malam hari. Oleh karenanya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan keberkahan pada waktu pagi ini agar seluruh umatnya memperoleh bagian dari doa tersebut.

Sebagai penerapan langsung dari doa ini, bila mengutus pasukan perang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya di pagi hari, sehingga pasukan diberkahi dan mendapatkan pertolongan serta kemenangan.

Contoh lain dari keberkahan waktu pagi, ialah sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Shakhr Al-Ghamidi Radhiyallahu ‘anhu. Yaitu perawi hadits ini dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shakhr bekerja sebagai pedagang. Usai mendengarkan hadits ini, ia pun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya kecuali di pagi hari. Dan benarlah, keberkahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat ia peroleh. Diriwayatkan, perniagaannya berhasil dan hartanya melimpah ruah. Dan berdasarkan hadits ini pula, sebagian ulama menyatakan, tidur pada pagi hari hukumnya makruh.

Masih banyak lagi amalan-amalan yang akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. Apa yang telah saya paparkan di atas hanyalah sebagai contoh

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq dan keberkahan-Nya kepada kita semua. Dan semoga pemaparan singkat ini dapat berguna bagi saya pribadi dan setiap orang yang mendengar atau membacanya. Tak lupa, bila pemaparan diatas ada kesalahan, maka hal itu datang dari saya dan dari setan, sehingga saya beristighfar kepada Allah. Dan bila ada kebenaran, maka itu semua atas taufik dan inayah-Nya

Taken from http://rumahsedekah.wordpress.com/2011/01/03/kaya-dengan-bersedekah/

Kesadaran

Posted on

Dunia tercipta dengan segala kemajuan teknologi   dan peradaban karena ada kesadaran. Bayi walaupun lengkap memiliki panca indra yang lemgkap dan normal tidak  bisa   memberi respon dikarenakan     kesadaran akan nama namabelum ada

Bismillahirohmanirrohim

Posted on

Kalimat Aggung  yangditurukan     yang mengetarkan penduduk mekah diwaktu turunnya.Pembuka kebajikan seluruh aktivitas ummat Islam dan Pembuka untuk 113 Surat dikitab suci Alquran