Kalibrasi

Posted on

image

Kalibrasi dengan arah qiblat mushola telkom dengan alat modern dari depak propinsi kalbar

Iklan

Taat

Posted on Updated on

Taat lawannya ingkar, maksiat. Manusia taat menjalankan perintah Allah Swt dikarenkan tiga hal.

1.   Taat dikarenakan takut akan siksa berupa kehidupan dunia yang sengsara,takut akan azzab kubur dan siksa neraka.

2.  Taat dikarenakan keinginan kehidupan yang bahagia berpa surga.

3. Taat dikarenakan cinta kepada Allah Swt yang  telah
Memberilakan kenikmatan . Yang memberikan janji kabar gembira berupa surga dengan segala kenikmatannya  bagi  yang taat . dan ancaman siksa neraka bagi yang  ingkar dan
Maksiat.

Singapura

Posted on Updated on

Dalam kesempatan family gathering telkom flexi tour. Dari hasil pengamatan singapura merupakan negari kecil namun maju dalam bidang ekonomi,kedisiplinan kebersihan lingkungan perlu di kembangkan di indonesia yang punya segalanya namun serba kekurangan dan Kemiskinan

Doa

Posted on Updated on

Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kecemasan dan kedukaan. Aku berlindung kepada Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepadaMu dari katakutan dan kekikiran. Aku berlindung kepada Mu dari belenggu hutang dan paksaan orang lain.

13 KiatMeraih Keberkahan

Posted on Updated on

3 Kiat Meraih Berkah dalam Usaha


Oleh : Abdurrahman Yuri RG

Keberkahan adalah harga mutlak saat meniti dunia usaha. Apapun jenisnya, berkah atau tidak usaha tersebut, hendaknya menjadi goal yang diagungkan. Usaha yang dikerjakan, tidak hanya berputar masalah untung rugi dalam hitungan duniawi. Namun ia juga harus dibumbui oleh nilai-nilai ukhrawi, yaitu keberkahan. Karena berkah oriented adalah sebuah deklarasi seorang hamba yang mendambakan ketenangan dan ketentraman dalam hidup.

Sebagaimana sebuah hadist yang mengatakan, ”barang siapa yang memudahkan urusan seseorang, maka Allah swt akan memudahkan urusannya”. Hendaknya hadist tersebut menjadi tuntunan dalam menganyam usaha yang berkah. Usaha yang mendatangkan keselamatan dan rahmat dari Allah swt.

Lalu mengapa harus menempatkan keberkahan dalam berusaha, sebagai asas utamanya? Jawabnya karena dengan keberkahan, berbagai manfaat akan dapat kita tuai.

Diantaranya adalah hati yang tenang, nyaman dan kokoh dalam keyakinan kepada Allah. Selain itu, pertolongan Allah pun akan mudah mengalir dalalam setiap aspek kehidupan. Begitu juga dengan kemudahan dalam beribadah, akan menjadi salah satu manfaat dari usaha yang berkah. Ibadah yang dikerjakan, akan menjadi ringan, tanpa kesulitan yang berarti.

Manfaat yang lain, kerja yang dilakukan akan menjadi efektif dan efisien. Tidak ada yang terbuang percuma. Semuanya menjadi straight to the point, karena apa yang dilakukan, senantiasa dalam tuntunan Allah.

Dan yang paling penting, keselamatan dunia akhirat menjadi jaminan dan janji Allah akan setiap usaha yang dialiri oleh nilai-nilai keberkahan.

Jadi, mengapa masih meragukan pentingnya nilai keberkahan, bila begitu banyak manfaat yang dapat dituai?

Karenanya, dalam tulisan ini akan disampaikan 13 kiat bagaimana meraih keberkahan dalam usaha, yaitu:

Pertama, pengetahuan dan keterampilan.

”Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya” (HR. Bukhari). Hadist ini menegaskan bahwa kunci dari usaha yang berkah adalah ilmu. Jadi, saat akan memilih seseorang, haruslah dilihat kredibilitasnya. Layak atau tidak ia ditempatkan dalam posisinya. Ini harus dicamkan sebaik mungkin. Sebab, banyak usaha yang bangkrut atau merugi, karena menyerahkan pengelolaannya pada orang yang tidak ahli.

Kedua, niat.

Apa yang membedakan antara sholat shubuh dengan sholat tahyatul masjid? Tentu saja pada niatnya, karena jumlah rakaat di kedua sholat tersebut, sama-sama dua rakaat. Begitu juga dalam melakoni dunia usaha. Jangan sampai niat dalam berusaha, tereduksi hanya sekedar mencari uang atau hal-hal yang berbau materi. Amatlah merugi! Sebab banyak orang yang amalnya lepas-lepas begitu saja karena tidak pakai niat. Hendaknya setiap usaha, dipayungi oleh niat untuk taat dan kenal kepada Allah. Yang akhirnya membawa pada semakin kuatnya keyakinan akan janji dan jaminan Allah

Ketiga, taqwa.

Dalam surah At Thalaq: 2-3, Allah berfirman, “ Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya (Allah) akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka”. Itulah kekuatan dari takwa, dengan menyerahkan segala urusan pada Allah, maka Allah yang akan menyelesaikan urusan tersebut. Ikhtiar yang dilakukan, hendaknya dipahami sebagai bentuk usaha manusia, bukan sebuah kepastian terselesainya suatu urusan.

Keempat, kejujuran.

Rasullullah pada seribu empat ratus tahun yang lalu, telah dikenal dengan panggilan al-amin (yang dipercaya), atas kejujurannya. Ini menunjukkan keutamaan dari kejujuran dalam hidup. Begitu juga dalam dunia usaha. Jangan gadaikan hidup dengan ketidakjujuran. Orang yang tidak jujur akan ditinggalkan dan dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. Dunia usaha yang dibangun atas dasar kepercayaan, akan membuat orang yang tidak jujur, tertolak keberadaannya. ”Sesungguhnya kebenaran membawa ketenangan dan kedustaan menimbulkan keraguan” (HR. Tirmidzi).

Kelima, tekun (istiqamah).

Ketekunan atau istiqamah mendatangkan karamah (kemuliaan). Dalam dunia usaha, hal ini juga berlaku. Tidak ada satu pun usaha akan berhasil, jika tidak ditekuni. Jadi kuncinya adalah tekun. Yang berarti fokus dalam mengelola usaha yang saat ini dilakukan. Karena dominan masalah dalam dunia usaha, adalah kurangnya ketekunan.

Keenam, tawakal.

Bila kita di dalam jurang, dan hanya ada seutas tali yang tergantung erat. Apa yang harus dilakukan? Tentu saja kita berpegangan kuat pada tali tersebut. Sebab kita tahu, tali itu lah yang akan menyelamatkan kita. Itu juga berlaku pada konsep tawakal. Dengan berserah diri hanya kepada Alllah, maka yakinlah bahwa Allah mengurus rejeki kita. Ini adalah aplikasi dari konsep tauhid. ”Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan keperluannya” (QS. Ath. Thalaq:3).

Ketujuh, bangkit lebih pagi.

Usahakan tidak tidur ba’da shubuh. Karena keberkahan dan rejeki ada saat selesai sholat shubuh hingga fajar menjelang. Perbanyak aktifitas atau sedekah. Kebiasaan ini tidak hanya membawa keberkahan atas usaha yang dilakukan pada siang harinya, tapi juga akan membuat kita siap menghadapi tantangan pada hari itu.

Kedelapan, dzikrullah.

Senantiasa melafazkan dzikir, akan mendatangkan banyak manfaat. Menghiasi hari dengan mengingat Allah, akan menjauhkan diri dari tipu daya setan. Ucapan dzikir seperti, ya Fattah, itu membuka urusan. Ya Rozak, itu yang membuka pintu rejeki. Bisa juga dengan istiqfar, yang banyak manfaatnya. Seperti diampuni dosa, diberikan ketentraman dan diberikan rejeki dari arah yang tidak di duga-duga.

Kesembilan, syukur.

”Jika kalian bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat itu kepada kalian dan jika kalian ingkar, maka siksa Ku amat keras” (QS. Ibrahim:7). Ini adalah janji dan jaminan Allah. Perilaku yang tidak hanya mengantarkan pada rahmat Allah, namun juga kasih-Nya.

Sepuluh, toleransi.

Bentuknya bermacam-macam. Diantaranya dengan mempermudah orang yang berhutang. Bila ia belum mampu melunasinya, dalam Islam diajarkan untuk menangguhkan waktu pelunasannya, kalau perlu di bantu, atau dikurangi. Bila memungkinkan, hutang tersebutkan dihalalkan. Jika ada hutang yang dihalalkan, lihat saja pertolongan Allah nanti seperti apa. ”Allah Mengasihi orang-orang yang longgar apabila menjual dan apabila membeli dan jika menagih hutang” (HR. Bukhari).

Sebelas, zakat dan infaq.

Jika ingin terbukanya pintu rejeki, harus membukakan pintu sedekahnya. Jangan khawatir akan kekurangan, karena tidak ada ceritanya, ada orang yang menjadi miskin karena mengeluarkan hartanya untuk zakat, infak atau pun sedekah.

Duabelas, qanaah.

”Bukannya kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya jiwa” (HR. Bukhari Muslim). Yakinilah ini dan jadikan sifat qanaah (merasa cukup) sebagai sikap hidup dalam melakoni dunia usaha. Dengan begitu, insya Allah keberkahan rejeki akan menghampiri.

Tigabelas, silaturrahmi.

Kadang kala kita berdoa minta rejeki, tapi kita sendiri yang menolaknya. Oleh Allah didatangkan rejeki lewat konsumen, namun tertolak karena perilaku kita. Karenanya jangan mengusir konsumen dengan perilaku negatif. Hormati dan perluas silaturrahmi. Itu dapat membuka jalan bagi datangnya rejeki.

Semoga dengan 13 kiat ini, keberkahan di dunia usaha akan terwujud. Sebagaimana ikrar bahwa hidup dan mati hanya untuk Allah, maka keberkahan adalah hasil nyata akan kebenaran dari ikrar tersebut. Ikrar yang menuju keselamatan dunia akhirat. (Abdurrahman Yuri RG, Pembina Yayasan Daarut Tauhiid).

Sumber :
http://www.dpu-online.com/index.php?artikel/detail/13/1537/artikel-1537.html
17 Mei 2009

Sumber Gambar :

Diposkan oleh Akang Ganteng di 22:24

1 komentar:

Mahrus mengatakan…
artikelnya sangat bangus cukup menambah motivasi diri,pamit mau ngopy. trim kasih

24 Januari 2011 20:34

10 amalan murah rejeki

Posted on

10 Amalan berikut akan membantu anda menjadi lebih banyak rejeki, bisnis lebih lancar dan hidup lebih berkah. Inilah 10 amalan yang perlu anda lakukan bila anda serius ingin memperlancar rejeki anda.

1. Bersedekah
Ini sesuai dengan janji Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 261: . “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

2. Istighfar
“…Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampung, niscaya Dia akan mengirimkan huja kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan ank-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai. (QS. Nuh, ayat 10-12)

3. Memiliki Sifat Taqwa
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (QS. At Thalaq, ayat 2)

4. Bertawakkal
Digambarkan dalam sebuah hadist: “Seandainya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, pasti kamu diberi rezeki sebagaimana burung yang diberi rezeki, ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang petang hari dalam keadaan kenyang.” (Riwayat Imam Ahmad, At-Tarmizi, Ibnu majah, dll).

5. Menyempatkan Diri Untuk Beribadah.
Dari Abu Hurairah, bahwa Baginda Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah telah berfirman: Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembahku, maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiran (kemiskinan)mu. Jika tidak melakukan maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu. (Riwayat imam Ahmad, At Tarmizi, dll).

6. Mengerjakan Haji dan Umrah
Rasulullah SAW. telah bersabda: “Ikut sertakanlah antara haji dan umroh. Sesungguhnya keduanya itu menghapuskan kefakiran (kemiskinan) dan dosa seperti dapur api menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala bagi haji dan umrah melainkan syurga.” (Riwayat Imam Ahmad, at Tarmizi, An Nasai, Ibdu Khuzaimah, dll)

7. Berbuat Baik kepada Orang Lemah.
“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan karena orang-orang lemah di antara kamu.” (Riwayat Bukhari).

8. Hijrah di Jalan Allah
“Barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak…” (QS. An Nisa, ayat 100).

9. Silaturrahim
“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya, maka hendaklah dia menghubungi sanak saudaranya.” (Riwayat Bukhari)

10. Berdo’a
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, katanya: “Rasulullah SAW bersabda, siapa yang mempunyai keinginan lalu dia memintanya kepada manusia maka keinginannya itu tidak dimudahkan. Dan barangsiapa yang mempunyai keinginan dan memintanya kepada Allah maka Dia akan mendatangkan rejeki kepadanya atau panjang umur.”

Demikianlah sepuluh amalan pembuka pintu rejeki ini, Semoga kita dapat melaksanakanya dengan baik dan benar.

Sumber :
http://katalogmuslim.com/blog/akhlaq-islami/10-amalan-agar-murah-rejeki/
17 Mei 2009

Sumber Gambar :

Kekalahan Romawi

Posted on Updated on

PERTANYAAN HERAKLIUS TENTANG RAHASIA KEKALAHAN PASUKAN ROMAWI

Al-Walid ibn Muslim berkata: aku diberitahukan oleh orang yang langsung mendengar dari Yahya al-Ghassani yang mendengar cerita dari dua orang lelaki dari kaumnya, keduanya berkata: Ketika Kaum Muslimin turun kearah Jordania, kami saling berkata-kata antara sesama kami bahwa Damaskus akan dikepung, kamipun berangkat berusaha mendapatkan iformasi sebenarnya, maka ketika kami dalam keadan demikian tiba-tiba datanglah utusan pendeta menyuruh kami untuk menghadapnya, kami segera datang padanya, dan dia bertanya kepada kami: Apakah kalian berdua dari warga Arab? Kami menjawab: Ya! Kemudian dia bertanya lagi: apakah kalian berdua diatas agama Nasrani? Kami menjawab: Ya! Dia berkata: Hendaklah salah seorang dari kalian pergi mencari informasi mengenai kaum muslimin dan lihat bagaimana kondisi mereka?sementara yang lainnya hendaklah bersiap-siap menjaga harta saudaranya.

Salah seorang dari kami masuk mengintai , tak berapa lama dia kembali kepada pendeta memberitahukan apa yang dilihatnya sambil berkata: Aku datang membawa berita kepadamu tentang suatu kaum yang lembut, mereka mengendarai kuda yang telah tua dan lemah, pada malam hari mereka laksana para rahib-rahib ahli ibadah, dan di siang hari mereka adalah penunggang kuda yang tangguh, mereka sibuk meperbaiki anak panah, dan meruncingkan tombak,jika engkau mengajak teman dudukmu untuk berbicara dia tidak akan paham apa yang kau katakan disebabkan riuh-rendahnya suara mereka dengan Alquran dan zikir, setelah itu sang pendeta berkata kepada para sahabatnya: Telah datang kepada kalian suatu kaum yang tak mungkin dapat kalian kalahkan 1 .-267

Ahmad ibn Marwan al-Maliki 2 -268 meriwayatkan dalam “al-Mujalasah: dia berkata: kami diberitahukan oleh Abu Ismail at-Tirmizi dia berkata: Kami diberitahukan oleh Abu Muawiyah ibn Amr dari Abu Ishaq dia berkata: tidak satupun musuh yang dapat duduk tegar diatas untanya 3 -269 ketika berhadapan dengan para sahabt Nabi, ketika berada di Antokia Heraklius bertanya kepada para pasukan Romawi yang kalah perang: Celakalah kalaian, beritahukan padaku tentang musuh yang kalian perangi, bukankah mereka manusia seperti kalian juga? Mereka menjawab: ya, Heraklius balik bertanya: apakah jumlah kalian lebih banyak Dari jumlah mereka atau sebaliknya? Mereka menjawab: Jumlah kami lebih banyak berlipat ganda dari jumlah mereka disetiap tempat. Heraklius bertanya lagi: Jadi kenapa kalian dikalahkan? Maka salah seorang yang dituakan dari mereka menjawab: Kami kalah disebabkan mereka selalau bangun di malam hari, berpuasa di siang hari, mereka menepati janji, menyeru kepada perbuatan ma’ruf mencegah perbuatan mungkar, saling jujur sesama mereka, sementara kita selalu meminum khamar, berzina, mengerjakan segala yang haram, menyalahi janji, kita selalu marah, berbuat kezaliman, menyuruh kepada kemungkaran, melarang apa-apa yang dapat membuat Allah rela, serta kita selalu berbuat kerusakan di bumi. Mendengar jawaban itu Heraklius berkata: Engkau telah berkata benar -270

1 Al-Azdi menyebutkan hal yang senada , Futuh as-Syam, Hlm. 211 -267

2 biografinya lihat di ad-Dibaj al-Mazhab, 1/152, dan Siyar A’lam an-Nubala’ 15/ 427, dan lisan al-Mizan 1/309. -268

3 Selama dua kali memeras susu(Mukhtar as-Sihhah ,dari kata Fauqa – 269

dikeluarkan oleh Abu Ismail al-Azdi dalam Futuh as-Syam hlm. 149-151 dari jalan Abi Jahdham dari AbdulMalik ibn as-Sulaik dari Abdillah ibn Qurth ats-Tsumali yang telah ikut bertempur pada waktu penaklukan Syam -270

—-

Dinukil dari Kitab : TARTIB WA TAHZIB – KITAB AL-BIDAYAH-WA AN-NIHAYAH

KARYA : IMAM AL-HAFIZ IBN KATSTIR (774 H)

MASA KEKHALIFAHAN ABU BAKAR AS-SIDDIQ (11-13 H)

DI SUSUN DAN DI EDIT OLEH :

DR. MUHAMMAD IBN SHOMIL AS-SULAMI

Penterjemah : Ustadz Abu Ihsan al Atsary al Medany

edt- eldi